Wednesday, January 8, 2014

Sekaten Dibuka, Gamelan pun Ditabuh

Sekaten menjadi agenda budaya di Kota Solo yang rutin digelar dan dinanti masyarakat. Selasa (7/1) saat Sekaten dibuka, masyarakat pun antusias menyaksikan pembukaan sekaligus menikmati alunan gendhing dari gamelan kuno milik Keraton Solo.

Abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta menabuh gamelan Kyai Guntur Madu di bangsal yang terletak di Kompleks Masjid Agung Keraton Surakarta, Selasa (7/1) (Foto: SMNetwork/Yoma Times Suryadi)
Suara gamelan Kyai Guntur Sari menggema di halaman Masjid Agung Surakarta, begitu para pengrawit (penabuh) mendapat titah dari pengageng Keraton Solo. Bersamaan itu warga termasuk sentana, kerabat dan abdi dalem yang hadir mulai mengunyah kinang (daun sirih berikut bumbu kelengkapan).

Mereka menikmati alunan gendhing khas Sekaten dari gamelan milik keraton tersebut. Kepercayaan masyarakat, jika kita menikmati atau mendengarkan gamelan Sekaten, harus sambil mengunyah kinang. “Ini kepercayaan turun temurun dari nenek saya. Saya sendiri juga tak tahu maksudnya,” kata Widodo, seorang warga Solo kepada Wawasan.

Tak mengherankan, pada saat gamelan mulai ditabuh banyak penjual kinang di sekitarnya. Mereka berjejer mulai dari halaman depan Masjid Agung tempat ditabuhnya gamelan.

Sumber: Wawasan edisi Rabu, 8 Januari 2014
Read more »

Alkohol dan Mental

Studi terbaru pakar Washington University School of Medicine, AS, mengungkapkan konsumsi alkohol, tembakau, dan obat-obatan di kalangan penderita gangguan psikosis jauh lebih tinggi jika dibanding dengan populasi umum.

Temuan studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry itu diperoleh dengan menganalisis 20 ribu partisipan yang memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol, dan narkoba. Lebih dari 10 ribu peserta tersebut bebas dari penyakit mental, sedangkan 9.142 telah didiagnosis menderita skizofrenia, gangguan bipolar, dan gangguan skizoafektif (termasuk depresi). Diketahui, 75% di antara peserta yang mengidap penyakit mental ialah perokok. Tim juga menemukan 30% dari peserta dengan gangguan kejiwaan kritis ialah peminum berat dan 50% lainnya pengguna ganja. (Medical News Today/HH/X-4)

Sumber: Rubrik Sela | Media Indonesia edisi Rabu, 8 Januari 2014 | ilustrasi: www.shutterstock.com
Read more »

Siswa Naik Sampan Akibat Banjir di Makassar

Sejumlah siswa menggunakan sampan melintasi area persawahan yang terendam banjir saat berangkat sekolah di Romang Tangngaya, Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/1) | Foto: Haluan Riau/Antara | Sumber: Haluan Riau edisi Rabu, 8 Januari 2014

Read more »

Tuesday, January 7, 2014

Pujian dan Kepercayaan Diri

Hati-hati memberikan pujian kepada anak yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Peneliti Universitas Negara Bagian Ohio, AS, Brad Bushman menyatakan pujian tersebut bisa menjadi bumerang bagi sang anak.

Profesor komunikasi dan psikologi itu menyimpulkannya setelah mengamati 114 orangtua dan anak mereka. Peneliti memberikan 12 tantangan persoalan matematika terhadap anak-anak. Hasilnya, 25% orangtua memuji anak mereka secara berlebihan setiap menyelesaikan persoalan matematika itu. Anak yang rendah diri ternyata dua kali lipat dipuji berlebihan oleh orangtuanya.

Wild Roses karya Vincent van Gogh (foto: wikipaintings.org)

Untuk membandingkan, peneliti mengamati anak-anak menggambar lukisan Wild Roses karya Van Gogh dengan dua cara, yaitu mudah dan susah. Anak yang rendah diri dan mendapat pujian berlebihan cenderung memilih tugas yang lebih mudah. (Wired/Kid/X-4)

Sumber: Rubrik Sela | Media Indonesia edisi Selasa, 7 Januari 2014
Read more »

Author

Admin weblog ini adalah seorang editor dan penikmat koran.

Ihwal

Koran 2014 adalah weblog tentang segala fakta yang terjadi di tahun 2014. Weblog ini berafiliasi dengan weblog induknya: Jejak Tapak.

Followers


Total Pageviews



Subscribe to our Mailing List

We'll never share your Email address.
Copyright © 2013 Koran 2014. Powered by Blogger.
Blogger Template by Bloggertheme9